0
SAYA Mom dari Syauqi (2), usia saya 23 tahun, TB 165 cm dan BB 95 kg. Saya pernah dinyatakan mengidap PCOS beberapa tahun lalu setelah mengalami keguguran saat kehamilan pertama menginjak minggu ke sepuluh.

Setelahnya, saya istirahat total dan mengikuti program di RS agar bisa hamil. Apa gejala dari PCO? Sekarang saya ingin sekali hamil (lagi) secara alami mengingat biaya program di RS mahal biayanya. Apa yang musti saya lakukan?

Nofelia Lastari - Jakarta

Jawab:

dr Dewi Ratih Hendarto Putri, SpOG dari Cinere Hospital menjelaskan, dari berbagai penyebab sulit hamil, salah satunya adalah Polycystic Ovary Syndrome (PCOS). Sinroma tersebut menyebabkan wanita mengalami ketidakseimbangan hormon yang menghambat terjadinya ovulasi (pelepasan sel telur) dari indung telur.

Pemeriksaan USG transvaginal dapat dilakukan untuk menguatkan dugaan terjadinya PCOS. Dimana di dalam ovarium akan terlihat gambaran berupa kista kecil-kecil atau polikistik yang menyerupai kalung mutiara.

Meski faktor penyebabnya tidak diketahui pasti, namun wanita obesitas dianggap lebih rentan menderita PCOS. Pasalnya mereka seringkali mengalami resistensi insulin. Artinya, insulin yang tersedia di dalam tubuhnya cukup melimpah karena sel-sel tubuh tidak bisa memanfaatkan insulin. Akibatnya, kestabilan hormon lain, seperti estrogen dan androgen terganggu.

Gejala PCO

Bukan hanya penyebab, gejala PCOS juga tak bisa dipastikan karena sangat bervariasi. Sehingga, pemeriksaan dokter sangat diperlukan. Umumnya seorang wanita baru akan dinyatakan menderita PCOS jika mengalami kondisi:

- Anovulasi kronis

Bila wanita pada umumnya mengalami proses ovulasi setiap bulan, penderita PCOS justru tidak mengalami proses ovulasi (anovulasi). Kondisi tersebut dapat diketahui jika dilakukan pemeriksaan karena tidak terdapat gejala fisik yang muncul. Kecuali jika Moms mengalami anovulasi kronis yang ditandai dengan tidak teraturnya siklus haid. Misalnya, hanya tiga bulan sekali dan jumlahya sedikit atau tidak keluar sama sekali.

- Hiperandrogen

Merupakan kondisi dimana kadar hormon androgen di dalam tubuh meningkat seringkali dialami wanita yang menderita PCOS. Wanita yang menderita hiperandrogen, secara fisik akan mempunyai ciri seperti laki-laki. Misalnya mengalami pertumbuhan rambut yang tidak normal berupa tumbuhnya kumis,jenggot atau berjambang. Begitu juga rambut akan muncul di punggung dada dan perut atau kaki.

Cara mengembalikan kesuburan

Karena salah satu penyebabnya diduga terkait dengan terjadinya resistensi insulin, maka kondisi inilah yang harus ditangani agar bisa meniadakan PCOS. Usaha secara alami yang bisa dilakukan adalah menormalkan berat badan.

Jadi, penderita PCOS yang mengalami kelebihan berat badan sebaiknya segera menurunkan berat badannya. Penurunan berat badan ini boleh dilakukan dengan berolahraga serta mengatur pola makan.

Dihitung dari Indeks Massa Tubuh, Mom tergolong obesitas klasifikasi 1 dengan nilai IMT = 34,89 (IMT= BB (kg)/TB (m)²). Sedangkan berat badan normal setidaknya memiliki nilai IMT antara 18,50 – 24,99. Berpatokan pada nilai IMT, setidaknya Mom harus berada di antara 22 hingga 24,9.

Penurunan berat badan berkisar 5 - 10 persen dari berat badan semula selama 3 hingga 6 bulan, dapat membuka peluang sebanyak 80 hingga100 persen untuk menormalkan siklus haid, sebagai salah satu indikator kesuburan.

Namun, menurunkan berat badan pada penderita PCOS tidak semudah orang biasa. Mom  harus membatasi makanan agar lemak yang akan disimpan dapat dimanfaatkan dengan baik oleh tubuh. Diet rendah karbohidrat dan tinggi protein yang teratur pun harus dijalani. Semoga penjelasan ini bermanfaat. (Sumber: Tabloid Mom & Kiddie)


Reff: Okezone

Post a Comment Blogger

 
Top